TEORI PEMROSESAN INFORMASI BERBANTUAN MEDIA ( MENURUT GAGNE DAN ATKINSON )

PENGERTIAN TEORI PEMROSESAN INFORMASI

Teori pemrosesan informasi adalah teori kognitif tentang belajar yang menjelaskan pemrosesan, penyimpanan, dan pemanggilan kembali pengetahuan dari otak. Teori ini menjelaskan bagaimana seseorang memperoleh sejumlah informasi dan dapat diingat dalam waktu yang cukup lama. Oleh karena itu perlu menerapkan suatu strategi belajar tertentu yang dapat memudahkan semua informasi diproses di dalam otak melalui beberapa indera.
Teori pembelajaran pemrosesan informasi adalah bagian dari teori belajar sibernetik. Secara sederhana pengertian belajar menurut teori belajar sibernetik adalah pengolahan informasi. Dalam teori ini, seperti psikologi kognitif mengkaji proses belajar penting dari hasil belajar namun yang lebih penting dari kajian proses belajar itu sendiri adalah sistem informasi, sistem informasi inilah yang pada akhirnya akan menentukan proses belajar.
Model  belajar  pemrosesan  informasi  ini  sering  pula  disebut  model  kognitif information processing, karena dalam proses belajar  ini  tersedia  tiga  taraf struktural sistem informasi, yaitu:
1)      Sensory  atau  intake  register:  informasi  masuk  ke  sistem  melalui  sensory register,  tetapi  hanya  disimpan  untuk  periode  waktu  terbatas.  Agar  tetap dalam  sistem,  informasi  masuk  ke  working  memory  yang  digabungkan dengan informasi di long-term memory.
2)      Working memory: pengerjaan atau operasi  informasi berlangsung di working memory,  dan  di  sini  berlangsung  berpikir  yang  sadar.  Kelemahan  working memory  sangat  terbatas  kapasitas  isinya  dan memperhatikan  sejumlah  kecil informasi secara serempak.
3)      Long-term  memory,  yang  secara  potensial  tidak  terbatas  kapasitas  isinya sehingga mampu menampung seluruh  informasi yang sudah dimiliki peserta didik.  Kelemahannya  adalah  betapa  sulit  mengakses  informasi  yang tersimpan di dalamnya.

Diasumsikan,  ketika  individu  belajar,  di  dalam  dirinya  berlangsung  proses kendali atau pemantau bekerjanya  sistem  yang berupa prosedur  strategi mengingat, untuk  menyimpan  informasi  ke  dalam  long-term  memory  (materi  memory  atau ingatan) dan strategi umum pemecahan masalah (materi kreativitas).
Pengetahuan yang diproses dan dimaknai dalam memori kerja disimpan dalam memori jangka panjang dalam bentuk skema-skema teratur secara hirarkis. Tahap pemahaman dalam pemrosesan informasi dalam memori kerja  berfokus pada bagaimana pengetahuan baru dimodifikasi. Pemahaman berkenaan dan dipengaruhi oleh interpretasi terhadap stimulus. Faktor stimulus adalah karakteristik dari elemen-elemen desain pesan seperti ukuran, ilustrasi, teks, animasi, narasi, warna, musik, serta video.  Studi  tentang  bagaimana  informasi  diidentifikasi, diproses, dimaknai, dan ditransfer dalam dan dari memori kerja untuk disimpan dalam memori jangka panjang mengisyaratkan bahwa pendesainan pesan merupakan salah satu topik utama dalam pendesainan multimedia  instruksional. Dalam konteks ini, desain pesan multimedia berkenaan dengan penyeleksian, pengorganisasian, pengintegrasian elemen-elemen pesan untuk menyampaikan sesuatu informasi. Penyampaian informasi bermultimedia yang berhasil akan bergantung pada pengertian akan makna yang dilekatkan pada  stimulus elemen-elemen pesan tersebut. Proses penyeleksian, pengorganisasian, serta pengintegrasian elemen-elemen informasi tersebut

Teori Pembelajaran Pemrosesan Informasi Robert Gagne
       Robert. M. Gagne sebagaimana yang dikutip oleh Bambang Warsita, dalam bukunya: The Conditioning of Learning mengemukakan bahwa” Learning is a change in human disposition or capacity, wich persists over a period time, and wich is not simply ascribable to process of growth”. Belajar adalah perubahan yang terjadi dalam kemampuan manusia setelah belajar secara terus menerus, bukan hanya disebabkan oleh proses pertumbuhan saja. Gagne menyatakan bahwa belajar merupakan seperangkat proses yang bersifat internal bagi setiap individu sebagai hasil transformasi rangsangan yang berasal dari peristiwa eksternal di lingkungan individu yang bersangkutan (kondisi) (Warsito, 2008: 66).
      Penjelasan lebih lanjut dari Bambang Warsita, bahwa berdasarkan kondisi internal dan eksternal ini, Gagne menjelaskan bagaimana proses belajar itu terjadi. Model proses belajar yang dikembangkan oleh Gagne didasarkan pada teori pemrosesan informasi, yaitu sebagai berikut:
1) Rangsangan yang diterima panca indera akan disalurkan ke pusat syaraf dan diproses sebagai informasi.
2) Informasi dipilih secara selektif, ada yang dibuang, ada yang disimpan dalam memori jangka pendek, dan ada yang disimpan dalam memori jangka panjang.
3) Memori-memori ini tercampur dengan memori yang telah ada sebelumnya, dan dapat diungkap kembali setelah dilakukan pengolahan

      Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa belajar adalah perubahan yang terjadi dalam kemampuan manusia setelah belajar secara terus menerus, bukan hanya disebabkan oleh proses pertumbuhan saja.

D. Model Pemrosesan Informasi
Model proses kontrol pemrosesan informasi dapat diliha pada Gambar di bawah ini
Gambar 1. Model proses kontrol pemrosesan informasi (Meyer 2009: 68)
1. Short-Term Sensory Store
     Sistem ini berfungsi untuk menyimpan sejumlah besar informasi yang diterima dalam waktu yang singkat. Kompartemen dari sistem ini memerima tampa mencatatnya, dan dalam waktu yang singkat akan hilang karena penambahan informasi baru. Hal ini dapat kita andaikan , sebuah setrika yang sudah agak panas yang kemudian panasnya berkurang dan sama sekali “hilang”. Sistem tersebut akan diterpa oleh berbbagai bentuk stimulus-penglihatan, perabaan, pendengaran, kinesthesis, dan seterusnya. Terdapat kemungkinan, berbagai rangsang sensoris yang berasal dari luar itu diterima secara simultan dan masing masing rangsang tersimpan selama waktu yang singkat.
2. Short-Term Memory
      Informasi yang masuk pada sistem penyimpangan jangka pendek tidak semua diproses pada tahap berikutnya, karena adanya penyaringan terhadap informasi yang relevan dan tidak relevan. Proses seleksi ini ditentukan oleh kondisi tugas yang dilakukan seseorang (misalnya mengamati perjalanan shuttlecock dalam permainan bulu tangkis) atau oleh momen tertentu dalam suatu tugas (mula – mula penglihatan, kemudian pendengaran seperti kerasnya suara”cocok” dipukul). Informasi yang akan diproses ketahap berikutnya ialah karena kesesuaian dengan suatu situasi untuk diproses kedalam sistem memori jangka pendek (STM). Memori ini merupakan tempat penyimpanan informasi, bagi yang berasal dari Short-Term Sensory Store (STSS) maupun yang berasal dari Long-term Memory (LTM).
3. Long-Term Memory
      Kompartemen memori  jangka panjang adalah jumlah waktu dari informasi yang dapat disimpan selain kemampuan menyimpan informasi. Bedasarkan teori kotak memori dapat dijelaskan bahwa aktifitas memproses informasi disalurkan dari penyimpanan jangka pendek ke penyimpanan jangka panjang, dimana informasi akan tersimpan secara permanen supaya tidak hilang.

D. Model Pemrosesan Informasi dari Gagne dan Berliner

Gambar 2 Model pemrosesan informasi dari Gagne dan Berliner
Keterangan:

1. Sensory Reseptor (SR)
     SR adalah sel tempat pertama kali informasi diterima dari luar. Di dalam SR informasi ditangkap dalam bentuk aslinya, informasi hanya bertahan dalam waktu yang sangat singkat dan mudah tergangu atau berganti.
2. Working Memory  (WM)
     WM diasumsikan mampu menangkap informasi yang mendapat perhatian individu, perhatian dipengaruhi oleh persepsi. Karekateristik WM, memiliki kapasitas terbatas + 7 slots dan hanya bertahan 15 detik jika tidak diadakan pengulangan, dan informasi dapat disandi dalam bentuk yang berbeda dari stimulus aslinya.
3. Long Term Memory  (LTM)
     LTM diasumsikan: 1) berisi semua pengetahuan yang telah dimiliki oelh individu, 2) mempunyai kapasitas tidak terbatas, dan 3) bahwa sekali informasi disimpan di dalam LTM, ia tidak akan pernah terhapus atau hilang. Sedangkan lupa adalah proses gagalnya memunculkan kembali informasi yang diperlukan. Tennyson mengemukakan proses penyimpanan informasi merupakan proses mengasimilisasikan pengetahuan baru pada pengetahuan yang telah dimiliki, yang selanjutnya berfungsi sebagai dadar pengetahuan.

     Menurut Robert S. Siegler ada tiga karakteristik utama pendekatan pemrosesan informasi, yaitu :
1. Proses Berpikir
      Siegler berpendapat bahwa berpikir adalah pemrosesan informasi, dengan penjelasan ketika anak merasakan, kemudian melakukan penyandian, merepresentasikan, dan menyimpan informasi, maka proses inilah yang disebut dengan proses berpikir. Walaupun kecepatan dalam memproses dan menyimpan informasi terbatas pada satu waktu.
2. Mekanisme Pengubah
      Siegler berpendapat dalam pemrosesan infromasi fokus utamanya adalah pada peran mekanisme pengubah dalam perkembangan. Ada empat mekanisme yang bekerja  untuk menciptakan perubahan dalam ketrampilan kognitif anak:
a.  Encoding (penyandian)
        Encoding adalah proses memasukkan informasi ke dalam memori . Seperti halnya teori Gagne yang menyatakan informasi dipilih secara selektif, maka dalam encoding menyandikan informasi yang relevan dengan mengabaikan informasi yang tidak relevan adalah aspek utama dalam problem solving. Namun, anak membutuhkan waktu dan usaha untuk melatih encoding ini, agar dapat menyandi secara otomatis.
     Memori adalah rentensi informasi. Retensi informasi ini terus menerus melibatkan encoding, penyimpanan, dan pengambilan kembali informasi pada saat diperlukan untuk waktu tertentu.
b.   Otomatisasi
       Otomatisasi adalah kemampuan untuk memproses informasi dengan sedikit atau tanpa usaha. Peristiwa ini terjadi karena pertambahan usia dan pengalaman  individu sehingga otomatis dalam memproses informasi, yaitu cepat dalam mendeteksi kaitan atau hubungan dari peristiwa-peristiwa yang baru dengan peristiwa yang sudah tersimpan pada memori dan akhirnya akan menemukan ide atau pengetahuan baru dari setiap kejadian.
c.   Konstruksi Strategi
      Konstruksi strategi adalah penemuan prosedur baru untuk memproses informasi. Dalam hal ini Siegler menyatakan bahwa anak perlu menyandikan informasi kunci untuk suatu problem dan mengkoordinasikan informasi tersebut dengan pengetahuan sebelumnya yang relevan untuk memecahkan masalah.
d.   Generalisasi
    Untuk melengkapi mekanisme pengubah, maka manfaat dari langkah ketiga yaitu konstruksi strategi akan terlihat pada proses generalisasi, yaitu kemampuan anak dalam mengaplikasikan konstruksi strategi pada permasalahan lain. Pengaplikasian itu melalui proses transfer, yaitu suatu proses pada saat anak mengaplikasikan pengalaman dan pengetahuan sebelumnya untuk mempelajari atau memecahkan problem dalam situasi yang baru.
3. Modifikasi Diri
    Modifikasi diri dalam pemrosesan informasi secara mendalam tertuang dalam metakognisi, yang berarti kognisi atau kognisi atau mengetahui tentang mengetahui, yang  di dalamnya terdapat dua hal yaitu pengetahuan kognitif dengan aktivitas kognitif.
    Pengetahuan kognitif melibatkan usaha monitoring dan refleksi pada pemikiran seseorang pada saat sekarang, sedangkan aktivitas kognitif terjadi saat murid secara sadar menyesuaikan dan mengelola strategi pemikiran mereka pada saat memecahkan masalah dan memikirkan suatu tujuan.
     Berkaitan dengan modifikasi diri Deanna Kuhn mengatakan metakognisi harus lebih difokuskan pada usaha untuk membantu anak menjadi pemikir yang lebih kritis, terutama di sekolah menengah. Baginya ketrampilan kognitif   terbagi dua, yaitu mengutamakan kemampuan murid untuk mengenali dunia, dan ketrampilan untuk mengetahui pengetahuannya sendiri.

Permasalahan :
Mengapa siswa sulit sekali untuk memahami materi untuk jangka panjang ? Apa yang dapat kita lakukan sebagai guru agar dapat membantu siswa dapat memahami dan mengingat materi dalam jangka waktu yang panjang ?

Komentar

  1. Assalamu'alaikum saya akan mencoba menjawab permasalahan saudari yulisa, siswa sulit memahami materi untuk jangka panjang karena kurang pahamnya materi tersebut oleh siswa shingga sangat mudah sekali materi tersebut terlupakan. Cara kita sebagai guru untuk dapat membantu agar siswa dapat mengingat materi dalam waktu yang lama tentu salah satunya dengan cara membuat siswa tersebut mengulang kembali pembelajaran tersebut sehingga akan menjadi pengetahuan permanen yang tersimpan dalam memori panjang, jika tidak diulang maka tentu pengetahuan tersebut akan cepat hilang atau lupa. Kemudian cara lainnya agar mudah mengingat tentunya siswa hatus paham terlebih dahulu materi tersebut agar sidwa dapat memahami materi dan mengingatnya dalam waktu lama kita bisa membuat pembelajaran lebih bermakna, misalnya kita sandikan pengetahuan tersebut atau kita buat menarik seperti kalimat-kalimat atau gambar-gambar yang akan mudah siswa pahami. Dan untuk itulah kita memerlukan multimedia dalam pembelajaran

    BalasHapus
    Balasan
    1. menanggapi permasalahan anda, terkait yang dapat kita lakukan sebagai guru agar dapat membantu siswa dapat memahami dan mengingat materi dalam jangka waktu yang panjang adalah dengan memberikan suatu permasalahan ataupun soal-soal latihan terkait materi yang diajarkan. Masalah disini maksudnya, misal sebelum masuk ke materi pembelajaran sang guru melontarkan pertanyaan berupa permasalahan. semua siswa akan berpikir dan mencari tau apa jawabannya. Selain itu guru juga menasehati siswa nya untuk mencatat hal-hal penting terkait materi yang telah disampaikan .

      Hapus
  2. Assalamualaikum saya ingin memberikan sedikit jawaban terkait permasalahan yulisa tentang mengapa anak sulit memahami materi untuk jangka panjang pada dasar ny anak yang tidak bisa menyimpan pelajaran untuk jangka panjang karena anak belum sepenuhnya paham akan materi yang diajarkan untuk itu sebagai seorang guru kita dituntut untuk memastikan anak benar2 paham materi yang diajarkan maka anak dapat menyimpan dalam jangka waktu yang lama.yang dapat kita lakukan untuk membantu anak mengingat pelajaran adalah dalam mengajar kita bisa menggunakan media pembelajaran atau bisa juga multimedia pembelajaran.adapun multimedia yang bisa membantu anak agar lebih bisa memahami pelajaran adalah multimedia interaktif dimana multimedia interaktif adalah suatu multimedia yang dilengkapi dengan alat pengontrol yang dapat dioperasikan oleh guru sehingga guru dapat memilih apa yang dikehendaki untuk proses selanjutnya. Contoh multimedia interaktif adalah: multimedia pembelajaran interaktif, aplikasi game, dll.
    Karna kita tahu anak lebih akan mengingat sesuatu apabila melihat langsung bagaimana bentuk dan kejadian sebenarnya.
    Sekian,terimakasih.

    BalasHapus
  3. Menurut saya siswa sulit untuk memahami materi dalam jangka waktu panjang karena siswa tersebut ketika jam pelajaran tersebut berakhir siswa tidak berusaha mengulangnya kembali dirumah dan terkadang materi yang disampaikan itu sangat sulit untuk dipahami dan dimnegerti jadi harusnya seorang pengajar harus bisa menyampaikan pesan dengan baik yang bisa diterima siswanya, yang dapat kita lakukan sebagai guru agar dapat membantu siswa dapat memahami dan mengingat materi dalam jangka waktu yang panjang itu kita harus bisa membuat materi yang kita sampaikan itu semenarik mungkin agar siswa tidak bosan tetapi bisa dpahami siswa dan diterima dalam pikirannya, tapi itu semua kita kembalikan lagi kepada siswa nya , jika siswa tersebut tidak mau mengulang dan mengingat kembali pelajaran itu maka memang akan cepat lupa sehingga masuk telinga kanan keluar telinga kiri jadi pelajaran itu hanya diingat selama materi yang diajarkan itu berlangsung sajaNah agar yang disampaikan oleh gurunya tadi bisa di ingat dengan jangka waktu yang lama oleh siswanya maka siswa tersebut sebaiknya 1.Tulis ulang pelajaran yang telah diterima di kelas. Tapi ingat, pakai metode tulis tangan, jangan diketik!
    2. Bikin kata kunci dan poin-poin penting di secarik kertas, masukkan saku, atau bawa catatan itu ke mana pun kamu pergi
    3. Pakai jembatan keledai, selain mengasah kreativitas, ternyata cara ini ampuh membuatmu ingat poin-poin penting di luar kepala
    4. Baca ulang di tempat yang nyaman, di pinggir kolam atau di kedai kopi yang sepi
    5. Belajar berkelompok membuatmu memahami isi pelajaran dan mengingatnya dengan lebih mudah lho
    6. Tidur yang cukup, lalu baca ulang pelajaran yang sudah kamu catat
    7. Minta orang-orang sekitarmu membuat pertanyaan dari buku catatanmu. Bikin semacam kuis tanya-jawab

    BalasHapus
  4. Para pakar pendidikan sering menganjurkan bahwa dalam melaksanakan proses pembelajaran sebaiknya guru menggunakan media yang lengkap, sesuai dengan keperluan dan menyentuh berbagai indra. Untuk memenuhi keperluan itu, maka penggunaan multimedia adalah salah satu alternatif pilihan yang baik untuk pengajaran dan pembelajaran yang berkesan.
    Pembelajaran yang sesuai dan berkesan akan terus di ingat oleh siswa.
    Mekanisme otak dalam meneruskan sebuah informasi dari short-term memory ke long-term memory adalah dengan memahami informasi tersebut berdasarkan pemahaman sebelumnya, pengalaman sebelumnya, konteks yang pernah dialami dan dipahami sebelumnya, dan berdasarkan informasi-informasi yang telah tersimpan di long-term memory sebelumnya.
    Semestinya informasi baru diberikan berdasarkan konteks dan pemahaman yang sudah dimiliki oleh peserta didik.

    BalasHapus
  5. Baikalah saya akan menjawab permaslaahan saudari,karna biasanya siswa itu malas untuk mengulang materi yang sudah diajarkan oleh guru sehingga siswa hanya mendapat materi untuk hari itu saja..tidak bisa di simpan dalam waktu yang panjang,,sebagai seorang guru harus nya memunculkan motivasi siswa agar semangat menggulang perlajaran pelajaran yang sudah mereka dapatkan

    BalasHapus
  6. Saya akan mencoba menjawab permasalahan Anda. Menurut saya ada beberapa cara yg dapat guru lakukan dalam membantu proses mengingat siswa pada pelajaran :
    1. Mengaitkan materi sesuai dengan pemahaman siswa. Tolak ukurnya terletak pada tingkat berpikir siswa itu sendiri.
    2. Mengulang kembali pelajaran yg lampau. Mengacu pada pemberian tugas agar materi dapat diulang dirumah, tidak hanya disekolah.
    3. Menggunakan metode sederhana, seperti jembatan keledai yg digunakan dalam menghafal materi-materi yang dianggap banyak (contohnya unsur-unsur kimia)

    BalasHapus
  7. Saya akan mencoba menjawab permasalahan Anda. Menurut saya ada beberapa cara yg dapat guru lakukan dalam membantu proses mengingat siswa pada pelajaran :
    1. Mengaitkan materi sesuai dengan pemahaman siswa. Tolak ukurnya terletak pada tingkat berpikir siswa itu sendiri.
    2. Mengulang kembali pelajaran yg lampau. Mengacu pada pemberian tugas agar materi dapat diulang dirumah, tidak hanya disekolah.
    3. Menggunakan metode sederhana, seperti jembatan keledai yg digunakan dalam menghafal materi-materi yang dianggap banyak (contohnya unsur-unsur kimia)

    BalasHapus
  8. Baiklah saya akan mencoba menjawab .biasanya dikarena materi yang kurang menarik .. atau guru yang tidak bisa menjelaskan dengan baik ..sehingga materinya tidak bisa diserap dengn baik oleh siswa tersebut

    BalasHapus
  9. Menurut saya, siswa tidak dapat memahami materi dengan jangka panjang karena siswa itu malas. Malas dalam mengulang materi yang telah diajarkan disekolah dirumah. Sehingga siswa itu hanya memahami materi yang diajarkan guru selama proses belajar mengajar tapi setelah keluar dari kelas, ilmu yang didapatnya hilang.

    BalasHapus
  10. Saya akan menjawab permasalahan anda
    adapun multimedia yang bisa membantu anak agar lebih bisa memahami pelajaran adalah multimedia interaktif dimana multimedia interaktif adalah suatu multimedia yang dilengkapi dengan alat pengontrol yang dapat dioperasikan oleh guru sehingga guru dapat memilih apa yang dikehendaki untuk proses selanjutnya

    BalasHapus
  11. untuk jangka panjang karena kurang pahamnya materi tersebut oleh siswa shingga sangat mudah sekali materi tersebut terlupakan. Cara kita sebagai guru untuk dapat membantu agar siswa dapat mengingat materi dalam waktu yang lama tentu salah satunya dengan cara membuat siswa tersebut mengulang kembali pembelajaran tersebut sehingga akan menjadi pengetahuan permanen yang tersimpan dalam memori panjang, jika tidak diulang maka tentu pengetahuan tersebut akan cepat hilang atau lupa.

    BalasHapus
  12. menurut saya yang harus dilakukan oleh guru adalah dengan selalu mengulang-ulang sedikit materi yang telah disampaikan kemarin, sehingga siswa dapat selalu mengingat, bahkan kalau perlu guru melakukan tanya jawab mengenai materi yang ia ajarkan kemarin. jadi mau tidak mau siswa yang tidak belajar dapat melakukan usaha agar dapat menjawab pertanyaan tersebut.

    BalasHapus
  13. menurut saya akan lebih baik di berikan contoh nyata dalam penjelasan materi karna dengan yang ada di kehidupan sehari2 akan lebih mudah untuk di ingat.

    BalasHapus
  14. Banyak hal yang bisa menyebabkan tidak terjadinya proses berpikir jangka panjang dalam sistem kognitif siswa. Bisa karena kurang fokus, materi yang disajikan terlalu monoton atau disajikan dengan kurang kreatif, atau memang proses kognitif siswa yang agak lambat. Disini lah peran guru dalam memanfaatkan multimedia dengan semenarik mungkin, memotivasi sebanyak mungkin, dan membimbing dan pembelajaran sesering mungkin.

    BalasHapus
  15. Banyak hal yang bisa menyebabkan tidak terjadinya proses berpikir jangka panjang dalam sistem kognitif siswa. Bisa karena kurang fokus, materi yang disajikan terlalu monoton atau disajikan dengan kurang kreatif, atau memang proses kognitif siswa yang agak lambat. Disini lah peran guru dalam memanfaatkan multimedia dengan semenarik mungkin, memotivasi sebanyak mungkin, dan membimbing dan pembelajaran sesering mungkin.

    BalasHapus
  16. saya sedikit menambahkan, Pepatah mengatakan bahwa “ membaca kita tahu, mendengar kita mengerti, dan melakukan kita bisa lebih memahami”. Memori jangka panjang memiliki kapasitas yang sangat besar dan mampu menyimpan informasi dalam waktu yang lama. Tidak sulit membuat informasi yang kita dapatkan masuk ke dalam memori jangka panjang. Lebih dulu kita harus menaruh perhatian yang mendalam terhadap suatu informasi, kemudian mengulang informasi tersebut dengan mengaplikasikan secara nyata apabila masih memungkinkan untuk dipraktikkan. Misalnya fakta (rumus fisika) yang berkaitan dengan hukum Ohm yaitu ( V = I.R ), maka kita harus memperbanyak mengerjakan latihan soal yang berkaitan dengan rumus tersebut. Atau yang berkaitan dengan konsep fisika seperti prinsip kerja alat optik yang memungkinkan untuk dilakukan percobaan mendemonstrasikan prinsip kerja dari lup, mikroskop, kamera dengan alat dan bahan yang sederhana ( lensa dan bangku optik), atau membuat teropong dari karton yang didalamnya dipasangkan 2 buah lensa positif yang disesuaikan jaraknya agar dapat digunakan untuk melihat benda-benda yang jauh sebagaimana fungsinya. Dengan pernah mengalaminya secara nyata, maka informasi yang kita dapat dari indera akan jauh lebih lama disimpan di dalam memori, yaitu tersimpan di dalam memori jangka panjang. Hal pengulangan di atas dikenal sebagai latihan pemeliharaan. Selanjutnya cara lain dikenal dengan sebutan latihan elaboratif, menghubungkan informasi yang diterima dengan informasi yang sudah ada di dalam memori jangka panjang yang sebelumnya sudah diketahui atau menambah makna kepada informasi baru dengan mengkoneksikannya terhadap pengetahuan yang sudah ada.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Landasan Teoritis Multimedia Pembelajaran

PENGEMBANGAN E-LEARNING DALAM PEMBELAJARAN KIMIA

Presentasi e-learning kimia Hasil Pengembangan